Senin, 06 April 2009

Pesawat Foker 27 Jatuh,25 orang tewas

TNI AU Fokker Jatuh
25 Anggota Paskhas di Dalam Fokker Tewas

Sebanyak 25 orang Penumpang pesawat Foker 27 milik TNI AU yang terjatuh dibandara Husen Sastranegara dierkirakan meninggal. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Penerangan Paskhas TNI AU Lanud Sulaiman Letkol Nairiza kepada wartawan. Nairiza menambahkan sebanyak 7 orang kru dan 18 penumpang yang semuanya anggota Korpaskhas TNI AU semuanya tewas.


Letkol Nairiza menambahkan masih terjadi simpang siurnya data korban. Tapi berdasarkan manifes penerbangan krunya berjumlah tujuh orang dari Skadron II Jakarta dan penumpangnya 18 orang. “Semuanya penumpang anggota PakhasMenurutnya semua penumpang tewas. Tewas semua. Tidak utuh," katanya.

Sementara itu, Suasana di RS Salamun begitu mencekam. Iring-iringan ambulan TNI Angkatan Udara wara-wiri ke RS Salamun. Beberapa pengunjung dan suster Rumah Sakit melihat ambulan itu membawa mayat yang kondisinya sangat parah.

Berdasarkan pantauan Purnayudha, di kamar mayat RS Salamun, setidaknya sudah ada lima mayat yang terbungkus kantong plastik berwarna gelap. Mayat-mayat tersebut dijajarkan. Belum ada informasi identitas korban.
Salah seorang perwat mengungkapkan bahwa mayat mayat korban dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Saat ini, ada sekitar 20-an suster di sekitar kamar mayat. Mereka menggunakan masker dan sarung tangan saat mengidentifikasi korban.
"Ini parah sekali," tambahnya.

Korban yang tewas merupakan Anggota Paskhas yang Sedang Mengikutikut Orientasi Terjun

Anggota Paskhas yang tewas akibat jatuhnya pesawat Fokker F27 di Bandara Husein Sastranegara, sekitar pukul 13.45 WIB, Senin (6/4/2009), baru saja mengikuti orientasi terjun dengan melihat instruktur terjun. Mereka sendiri baru akan terbang pada Rabu, 8 April nanti.

Dari 18 anggota Pakhas yang gugur tersebut, sedang mengikuti orientasi terjun.Menurut Nairiza, mereka bersama instrukturnya terbang dari Husein menuju Sulaeman. Di Sulaeman, beberapa orang instruktur terjun. Nah para siswa itu hanya melihat saja, kemudian mereka kembali lagi ke Husein. “Kalau Instrukturnya tidak naik pesawat lagi," ujar Kepala Dinas Penerangan Paskhas TNI AU Lanud Sulaeman kepada sejumlah wartawan.

Menurutnya ke-18 siswa orientasi terjun itu berasal dari seluruh Indonesia. Rata-rata usia mereka berkisar 20-25 tahun. "Semuanya laki-laki," kata dia.


Ambulan evakuasi korban ke RS Salamun

Jumlah Mayat yang dievakuasi ke RS Salamun terus bertambah. Sudah ada tujuh mayat yang berada di RS Salamun di Jalan Ciumbeuleuit, Bandung. Rata-rata kondisi mayat sangat parah dengan anggota badan saling terpisah. Anggota TNI AU bersiaga di depan pintu ruangan.

Selain ambulan dari TNI AU, RS Salamun juga mengirimkan ambulannya ke lokasi. Mayat-mayat tersebut masuk melalui bagian belakang rumah sakit. Di sekitar pintu masuk terdapat empat personel TNI Angkatan Udara. Mereka mencegah massa yang ingin melihat dari dekat evakuasi korban.

berikut nama nama korban Jatuhnya pesawat Foker 27

6 Kru Pesawat:
1. Kapten Penerbang I Gede Agustirta Santosa
2. Lettu Penerbang Yudo
3. Letda Teknik Dadang
4. Letda Teknik Rachmat
5. Serda Bachtiar
6. Serda Mas Karebet

18 Penumpang yang merupakan anggota Paskhas, termasuk siswa Diklat Paralayang Tempur TNI AU:
1. Lettu Wahyu Nani
2. Lettu Dani Koto
3. Letda Richi
4. Bintara Ervan
5. Tamtama Didi K
6. Tamtama Teguh
7. Tamtama Imran
8. Tamtama Arry
9. Tamtama Kadir
10. Tamtama Darmanto
11. Tamtama Danang
12. Tamtama Didi
13. Tamtama Ibnu
14. Tamtama Heru
15. Tamtama Erwin
16. Tamtama Faisal
17� Tamtama Dedi
18. Lettu Basone.

"Itu nama-nama yang ada pada kami. Belum lengkap ya dengan kepanjangannya," kata Kepala Dinas Penerangan Paskhas TNI AU Lanud Sulaeman, Letkol Nairiza.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar