Cuaca Buruk Diduga Penyebab Jatuhnya Pesawat
Terbatasnya jarak pandang akibat hujan deras yang menguyur kawasan bandara Husen Sastranegara diduga menjadi penyebab jatuh dan meledaknya pesawat Foker 27 milik TNI AU. Sebelum pesawat jatuh, kawasan tersebut sedang dianda hujan lebat.
Hal itu diungkapkan saksi yang juga karyawan PT Dirgantara Indonesia (DI) yang enggan disebut namanya kepada Wartawan.
salah seorang saksi mengatakan,beberapa saat menjelang kejadian, dia sedang menyetir mobil dan lewat di antara SD Angkasa dan hanggar ACS yang tertabrak. Menurutnya, sekitar pukul 13.00, dirinya lewat sekitar SDN Angkasa, untuk menyetie saja jarak pandangnya terbatas dan susah.beberapa saat kemudian dia melihat ada pesawat melintas diatasnya. Tidak terlalu lama terdengar bunyi ledakan .
Selang beberapa menit, mobil pemadam kebakaran langsung menuju ujung landasan dalam suasana hujan lebat.
Begitu menabrak hanggar PTDI, pesawat pesawat Fokker milik TNI jatuh, meledak dan terbakar di Bandara Hussein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat. Api membumbung tinggi di hanggar pesawat.
menurut Firman salah seorang saksi mata menyebutkan pesawat tersebut meledak kuat sekali, hingga mengeluarkan bola apibesar.Firman adalah pegawai PTDI yang bertetangga dengan Bandara Hussein Sastranegara.
Pesawat itu diperkirakan jatuh pukul 12.30 WIB. Belum diketahui tipe pesawat Fokker itu. Namun diduga jenis F27.
Karyawan PT DI Berlarian Tonton Pesawat Terbakar
Pesawat Fokker 27 milik TNI AU yang jatuh dan meledak di Bandara Hussein Sastranegara membuat karyawan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) kaget. Mereka berlarian ke lantai atas untuk menyaksikan pesawat yang tengah terbakar hebat.
"Tadi teman-teman langsung lari ke atas, kepingin lihat," kata Firman, salah satu karyawan PT DI, kepada wartawan, Senin (6/4/2009). PT DI dan Bandara Hussein Sastregara bertetangga.
Firman mengatakan, pesawat itu terbakar beberapa menit. Api membumbung tinggi di hanggar PT DI yang ditabraknya.
"Semuanya langsung lari melihat dari atas. Kan itu jelas sekali," kata Firman.
Setelah api padam, beberapa mobil ambulans tampak mendatangi lokasi jatuhnya pesawat. "Sepertinya ada korban," duga Firman.
Situasi di sekitar Bandara Hussein Sastranegara dijaga ketat aparat kepolisian. Polisi memeriksa setiap orang yang keluar-masuk bandara Hussein. Beberapa ambulan dari TNI Angkatan Udara juga wara-wiri di sekitar lokasi kejadian.
Informasi yang diperoleh sejumlah wartawan,terdapat korban dari kejadian hanggar itu. Namun, kondisi korban belum bisa dipastikan. Wartawan tidak diperkenankan masuk ke lokasi kejadian.
Seorang saksi mata mendengar bunyi benturan keras dan melihat asap membumbung tinggi di salah satu hanggar Bandara Hussein Sastranegara. Namun, saksi tidak bisa memastikan apakah terjadi ledakan pesawat di hanggar atau pesawat menabrak hanggar.
"Saya mendengar bunyi seperti ledakan terus asap membungbung tinggi," kata saksi yang tinggal di dekat hanggar, Senin (6/4/2009).
Saat ini puluhan warga berkerumun di sekitar bandara. Wartawan tak diperbolehkan untuk masuk area bandara.
Senin, 06 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar