Selasa, 19 Mei 2009

Prajurit Diharap Tak Keluar Tengah Malam

Bandung – Panglima Kodam III Siliwangi Rasyid Qurnuen Aquary menyatakan kasus tewasnya anggota Yonif 312 Kala Hitam akibat pemukulan yang dilakukan anggota polisi, Sabtu (16/5/2009) telah selesai. Meski demikian, untuk menghindari hal tak diinginkan, dia instruksikan tak ada prajurit yang keluar tengah malam.

"Sudah diselesaikan kemarin, dan pelakunya sudah ditindaklanjuti oleh Kapolda," kata Rasyid yang ditemui usai upacara HUT Kodam III Siliwangi ke-63 di Makodam Jalan Aceh, Rabu (21/5/2009)

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan setelah adanya kejadian yang melibatkan TNI dan Kepolisian ini, Rasyid menginstruksikan pada bawahannya agar tidak ada prajurit yang keluar lewat tengah malam.

"Waktu itu sudah dikumpulkan dan tidak ada prajurit yang boleh keluar lewat tengah malam," ujar Rasyid.

Rasyid juga menuturkan kemarin dirinya bersama Kapolda Jabar Timur Pradopo telah melakukan kunjungan ke Kesatuan Yonif 312 Kala Hitam. Dalam acara peringatan HUT Kodam II Siliwangi ini tampak hadir sejumlah purnawirawan TNI seperti Letjen TNI (Purn) Solihin GP, Mayjen TNI (Purn) R. Nuriana, dan Mayjen (Purn) Iwan Ridwan Sulandjana. Solihin GP dan R Nuriana juga merupakan mantan Gubernur Jabar.

Wagub Jabar Dede Jusuf serta Wali Kota Bandung Dada Rosada juga terlihat hadir diantara tamu undangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar